Mayanirta, Agnes (2023) INTOLERANSI SISWA BEDA AGAMA DAN FAKTOR PENGARUHNYA STUDI KASUS DI SDI MAUROLE KABUPATEN ENDE. Diploma thesis, STIPAR ENDE.
Abstrak.pdf
Download (2MB)
BAB 1.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (3MB)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (4MB)
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (523kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (701kB)
Abstract
Mayanirta, Agnes. 2023. “Intoleransi Antar Siswa Beda Agama dan Faktor
Pengaruhnya – Studi Kasus di Sekolah Dasar Inpres Maurole Kabupaten Ende”.
Skripsi. Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik. Sekolah Tinggi Pastoral
Atma Reksa Ende.Pembimbing Dr.Fransiskus Z.M Deidhae ,MA.
Kata kunci: Faktor pengaruh sikap intoleransi dan praktik toleransi siswa beda
agama di sekolah.
Sikap toleransi merupakan syarat mutlak dalam hidup bersama masyarakat
yang kian heterogen. Namun peneliti menyaksikan realitas yang sebaliknya terjadi
di kalangan siswa beda agama di SDI Maurole. Para sikap cenderung bersikap
intoleransi seperti tidak saling berbaur atau hanya bergaul antar kelompok
agamanya masing-masing. Fenomena ini terjadi karena dipicu faktor-faktor
tertentu. karena itu peneliti tertarik untuk mengkaji faktor-faktor pengaruh sikap
intoleransi tersebut. Adapun tujuan penelitian ini untuk menjelaskan tentang
konteks toleransi antara siswa-siswi beda agama di Sekolah Dasar Inpres Maurole
dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi sikap intoleransi antar siswa.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode
pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil temuan penelitian
lapangan menunjukkan bahwa sikap intoleransi siswa pada awalnya dipengaruhi
para guru yang tidak dengan sengaja menghilangkan sikap toleransi seperti jarang
membuat kegiatan yang bersifat membaurkan siswa berupa kegiatan rohani
dengan melibatkan kedua kelompok agama dan jarang mengajak siswa untuk
saling mengunjungi serta mengajak siswa untuk saling gotong royong dalam
membersihkan gereja dan mesjid. Di samping itu faktor lain seperti pernah ada
konflik di masa lalu yang menyebabkan kaum Islam dan Katolik tersegregasi
secara sosial serta ada larangan dari orang tua karena ada konflik pribadi dengan
sesama umat beragama lain. Dari aspek internal siswa, sejak kecil para siswa tidak
biasa berinteraksi, saling mengunjungi, adanya konflik pribadi antar siswa serta
perbedaan tempat tinggal dan tidak ada hubungan kekerabatan. Penelitian ini
menyimpulkan bahwa siswa bersikap tidak saling berbaur karena ada faktor
penyebab yang berasal dari luar diri siswa seperti dari guru yang secara sengaja
mengadakan kegiatan yang membaurkan siswa, tidak ada kegiatan saling
mengunjungi antar kelompok Islam dan Katolik pada saat merayakan hari raya,
konflik masa, lalu dan larangan dari orang tua. Sedangkan faktor yang berasal dari
dalam siswa seperti siswa tidak biasa saling mengunjungi, adanya perbedaan
tempat tingga, tidak ada hubungan perkawinan serta pernah ada konflik diantara
mereka. Peneliti memberikan saran kepada para guru untuk menciptakan iklim
agar siswa berbaur antara kelompok beda agama serta membuat kegiatan bersama
seperti saling mengunjungi antara satu dengan yang lain dan saling membantu
membersihkan rumah ibadat.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > Pendidikan Keagamaan Katolik |
| Depositing User: | Josias Gregorius Naro Reda |
| Date Deposited: | 14 Apr 2026 02:55 |
| Last Modified: | 14 Apr 2026 02:55 |
| URI: | http://repository.stipar-ende.ac.id/id/eprint/186 |

