MAKNA RITUAL TEWU ALE DALAM TRADISI KEDANG DAN RELEVANSINYA DENGAN SAKRAMEN TOBAT DALAM GEREJA KATOLIK

Tuto, Yuliana (2026) MAKNA RITUAL TEWU ALE DALAM TRADISI KEDANG DAN RELEVANSINYA DENGAN SAKRAMEN TOBAT DALAM GEREJA KATOLIK. Diploma thesis, STIPAR ENDE.

[thumbnail of ABSTRAK] Text (ABSTRAK)
COVER.pdf

Download (534kB)
[thumbnail of BAB 1] Text (BAB 1)
BAB 1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (265kB)
[thumbnail of BAB 2] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (318kB)
[thumbnail of BAB 3] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (241kB)
[thumbnail of BAB 4] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (478kB)
[thumbnail of BAB 5] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (182kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (191kB)

Abstract

Tuto, Yuliana. 2026. “Makna Ritual Tewu Ale dalam Tradisi Kedang dan
Relevansinya dengan Sakramen Tobat dalam Gereja Katolik”. Skripsi. Program
Studi Pendidikan Keagamaan Katolik. Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende.
Pembimbing Dr. Anselmus Dore Woho Atasoge, S. Fil., M. Th.
Kata kunci: Tewu Ale, Sakramen Tobat, makna teologis, simbolik,
inkulturasi, masyarakat Kedang.
Penelitian ini mengkaji praktik religius masyarakat Kedang yang menjalani
dua ritus penting, yaitu Tewu Ale dan Sakramen Tobat. Kedua ritus ini dipandang
sebagai sarana penebusan dosa sekaligus memperkuat ikatan sosial dan spiritual.
Fenomena yang ditemukan menunjukkan bahwa masyarakat Kedang lebih tertarik
melaksanakan Tewu Ale dibandingkan menerima Sakramen Tobat.
Penelitian ini bertujuan menganalisis makna teologis dan simbolik dari ritual
Tewu Ale serta menjelaskan relevansi ritual Tewu Ale dengan Sakramen Tobat
dalam Gereja Katolik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan
pendekatan studi kasus, melalui wawancara dan dokumentasi sebagai teknik
pengumpulan data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua ritus dijalani secara konsisten dan
dianggap penting dalam kehidupan religius masyarakat. Tewu Ale dipandang
sebagai tradisi penebusan dosa yang memperkuat solidaritas komunitas, sementara
Sakramen Tobat dijalankan sebagai bagian dari iman Katolik. Kedua ritus ini
menegaskan keberlanjutan tradisi lokal sekaligus memperlihatkan integrasi antara
adat dan ajaran Gereja.
Makna teologis dan simbolik yang terkandung dalam kedua ritus ini
menuntun umat pada pemahaman rekonsiliasi. Harapannya, generasi muda dapat
mewarisi tradisi ini secara seimbang, sehingga nilai adat dan ajaran Gereja tetap
berjalan beriringan. Kedua ritus berfungsi sebagai praktik religius yang
mendalam, sekaligus sarana pendidikan iman lintas generasi.
Penelitian ini merekomendasikan agar Gereja di wilayah Kedang terus
menginkulturasi budaya lokal ke dalam ajaran Katolik. Hal ini penting agar umat
lebih mudah memahami ajaran, tidak keliru dalam memaknainya, dan semakin
terlibat aktif dalam kehidupan Gereja. Inkulturasi yang berkesinambungan akan
memperkuat identitas religius masyarakat Kedang dan menjaga relevansi tradisi
dalam konteks iman Katolik.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: L Education > Pendidikan Keagamaan Katolik
Divisions: Pendidikan Keagamaan Katolik
Depositing User: Josias Gregorius Naro Reda
Date Deposited: 15 Apr 2026 00:54
Last Modified: 15 Apr 2026 00:54
URI: http://repository.stipar-ende.ac.id/id/eprint/192

Actions (login required)

View Item
View Item