“PERSEPSI UMAT KATOLIK TERHADAP SAKRAMEN TOBAT DI KOMUNITAS BASIS GEREJAWI BUNDA SEGALA BANGSA ”

Herdi, NongYosefus (2026) “PERSEPSI UMAT KATOLIK TERHADAP SAKRAMEN TOBAT DI KOMUNITAS BASIS GEREJAWI BUNDA SEGALA BANGSA ”. Diploma thesis, STIPAR ENDE.

[thumbnail of ABSTRAK] Text (ABSTRAK)
COVER.pdf

Download (348kB)
[thumbnail of BAB 1] Text (BAB 1)
BAB 1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (123kB)
[thumbnail of BAB 2] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (219kB)
[thumbnail of BAB 3] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (121kB)
[thumbnail of BAB 4] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (160kB)
[thumbnail of BAB 5] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (51kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (170kB)

Abstract

Herdi, Nong Yosefus. 2025 "Presepsi Umat Katolik Komunitas Basis Gerejawi
Bunda Segala Bangsa Terhadap Sakramen Tobat". Skripsi. Program Studi
Pendidikan Keagamaan Katolik. Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende.
Kata Kunci: persepsi, sakramen tobat, komunitas umat basis
Sakramen tobat atau rekonsiliasi kurang mendapatkan perhatian dari umat
beriman, yang menunjukkan bahwa minat dan partisipasi umat dalam menerapkan
sakramen ini semakin berkurang. Hal ini nampak dalam kehidupan umat Katolik
dalam Komunitas Basis Gerejawi (KBG) Bunda Segala Bangsa terhadap Sakramen
Tobat. Perhatian dan pemaknaan yang kurang mempengaruhi rendahnya partisipasi
umat. Penelitian ini akan mengungkapkan presepsi umat Katolik KBG Bunda
Segala Rahmat terhadap sakramen tobat dengan menggunakan pendekatan
kualitatif.Dengan menggunakaan metode wawancara mendalam, data dikumpulkan
dari tiga kelompok narasumber yang mencakup umat muda, orang tua, dan
pengurus KBG, memberikan perspektif yang yang berbeda terhadap sakramen
tobat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi umat terhadap sakramen tobat
sangat beragam, yang disebabkan oleh perbedaan dalam pengetahuan umat tentang
sakramen dan frekuensi pelaksanaannya. Orang yang lebih sering mengikuti
pelayanan penerimaan sakramen ini cenderung memahaminya lebih baik,
sementara orang yang kurang memahami sakramen ini jarang menerima sakramen
ini atau menerima hanya pada saat-saat tertentu. Oleh karena itu, ada hubungan
langsung antara kedalaman pemahaman spiritual seseorang dan tingkat keterlibatan
mereka dalam sakramen. sehingga menciptakan pemahaman spiritual yang
seharusnya diperoleh secara berkelanjutan. Di samping itu, dukungan dari
lingkungan komunitas dan keluarga terbukti memiliki pengaruh yang signifikan
dalam meningkatkan kesadaran umat mengenai pentingnya Sakramen Tobat.
Berdasarkan temuan ini, butuh pengembangan program edukasi dan katekese yang
lebih intensif dan berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman umat tentang
Sakramen Tobat dalam lingkungan komunitas. Dengan upaya tersebut, diharapkan
Sakramen Tobat tidak lagi dipandang sebagai kewajiban, melainkan sebagai sarana
penting dalam kehidupan iman sehari-hari mereka.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: L Education > Pendidikan Keagamaan Katolik
Divisions: Pendidikan Keagamaan Katolik
Depositing User: Josias Gregorius Naro Reda
Date Deposited: 15 Apr 2026 02:52
Last Modified: 15 Apr 2026 02:52
URI: http://repository.stipar-ende.ac.id/id/eprint/200

Actions (login required)

View Item
View Item