ANALISIS PERAN ANAK SULUNG DI KAMPUNG BHATO BHISA DALAM PERSPEKTIF GENDER

Gebo, Yanuarius (2026) ANALISIS PERAN ANAK SULUNG DI KAMPUNG BHATO BHISA DALAM PERSPEKTIF GENDER. Diploma thesis, STIPAR ENDE.

[thumbnail of ABSTRAK] Text (ABSTRAK)
COVER.pdf

Download (410kB)
[thumbnail of BAB 1] Text (BAB 1)
BAB 1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (137kB)
[thumbnail of BAB 2] Text (BAB 2)
BQB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (320kB)
[thumbnail of BAB 3] Text (BAB 3)
BQB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (32kB)
[thumbnail of BAB 4] Text (BAB 4)
BQB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (331kB)
[thumbnail of BAB 5] Text (BAB 5)
BQB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (12kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (236kB)

Abstract

Gebo, Yanuarius. 2026. “ Analisis Peran Anak Sulung Di Kampung Bhato Bhisa
Dalam Prespektif Gender”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Keagamaan
Katolik. Sekolah Tinggi Pastoral Atmareksa Ende.
Pembimbing : Primiyaty N. S. Kopong, S.S., M Dev. St
Kata Kunci: Anak Sulung, Gender, Adat, Patriarki, Kampung Bhato Bhisa
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran anak sulung di Kampung Bhato
Bhisa dari perspektif gender. Keluarga sebagai institusi sosial pertama menjadi
ruang utama terbentuknya pembagian peran berbasis gender yang sangat
dipengaruhi oleh nilai adat dan budaya patriarkal. Dalam masyarakat adat
Kampung Bhato Bhisa, anak sulung khususnya laki-laki memiliki kedudukan
istimewa sebagai penerus garis keturunan, pemegang otoritas keluarga, pengelola
warisan, serta pengambil keputusan dalam urusan sosial dan adat. Sementara itu,
anak sulung perempuan cenderung ditempatkan dalam peran domestik dan
emosional yang kurang mendapatkan pengakuan struktural. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan landasan teori sosiologi, antropologi,
sosial budaya, serta perspektif gender untuk memahami konstruksi sosial yang
membentuk peran anak sulung. Hasil kajian menunjukkan bahwa peran anak
sulung tidak hanya berkaitan dengan urutan kelahiran, tetapi merupakan hasil
konstruksi sosial yang mereproduksi relasi kuasa berbasis gender. Anak sulung
laki-laki sering dibebani tanggung jawab sosial, ekonomi, dan adat yang besar,
sementara perempuan mengalami subordinasi meskipun kontribusinya signifikan
dalam menjaga keharmonisan keluarga. Ketimpangan ini berpotensi menimbulkan
konflik keluarga, ketidakadilan dalam pembagian warisan, serta tekanan
psikologis bagi anak sulung. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan
pentingnya refleksi kritis terhadap sistem adat agar nilai-nilai kearifan lokal tetap
terjaga tanpa mengabaikan prinsip keadilan dan kesetaraan gender dalam
kehidupan keluarga dan masyarakat adat.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: L Education > Pendidikan Keagamaan Katolik
Depositing User: Josias Gregorius Naro Reda
Date Deposited: 20 Apr 2026 02:32
Last Modified: 20 Apr 2026 02:32
URI: http://repository.stipar-ende.ac.id/id/eprint/217

Actions (login required)

View Item
View Item