TIMBU, LUSIA NESTIANA (2026) PERCERAIAN DALAM PERSPEKTIF INJIL MATIUS 19:3-9 DAN RELEVANSINYA BAGI KEUTUHAN PERKAWINAN KELUARGA DI PAROKI ST. YOHANES PAULUS II ROPA. Sarjana thesis, Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende.
ABSTRAK.pdf
Download (1MB)
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB) | Request a copy
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (6MB) | Request a copy
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (957kB) | Request a copy
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (5MB) | Request a copy
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (739kB) | Request a copy
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (859kB)
Abstract
ABSTRAK
Timbu, Lusia Nestiana. 2026. "Perceraian dalam Perspektif Injil Matius 19:3-9 dan Relevansinya bagi Keutuhan Perkawinan Keluarga di Paroki St. Yohanes Paulus II Ropa" Skripsi. Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik. Sekolah
Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende. Pembimbing: Yoh. Donbosko Bhodo, S.Fil.,Lic.Th.Kata Kunci: Perceraian, Keluarga, Perkawinan, Relevansi Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena perceraian pada usia muda di wilayah Ropa yang dipicu oleh berbagai permasalahan. Adapun alasan yang
menjadi dasar pemilihan topik ini adalah keuangan yang tidak mencukupi untuk kebutuhan keluarga, penyiksaan fisik terhadap pasangan atau kasus KDRT, terjadi perselingkuhan dan ketidaksetiaan antara pasangan, adanya campur tangan dari keluarga besar, adanya kecurigaan, kecemburuan yang berlebihan terhadap pasangannya, dan jarang berkomunikasi. Berdasarkan realitas tersebut, maka rumusan masalah yang hendak digali dalam penelitian ini adalah apakah konsep
perceraian dalam Injil Matius 19:3-9 dapat menjadi inspirasi bagi upaya menjaga keutuhan perkawinan Katolik di Paroki St. Yohanes Paulus II Ropa. Tujuan penelitian ini ialah menjelaskan makna ajaran Yesus tentang perceraian dalam
Injil Matius 19:3-9 dalam konteks Kitab Suci dan tradisi Gereja dan menganalisis tantangan yang dihadapi keluarga muda (usia perkawinan di bawah 10 tahun) di Paroki St. Yohanes Paulus II Ropa. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasangan suami istri memahami perkawinan sebagai sakramen sakral yang menuntut
kesetiaan seumur hidup. Namun, dalam praktiknya, keluarga muda menghadapi tantangan utama berupa masalah ekonomi dan komunikasi yang buruk. Tantangan tambahan meliputi campur tangan keluarga besar, perbedaan agama, dan kondisi
belum dikaruniai keturunan. Upaya menjaga keutuhan dilakukan melalui komunikasi terbuka dan sikap saling memaafkan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ajaran Yesus dalam Matius 19:3-9 sangat relevan sebagai fondasi iman yang menegaskan bahwa apa yang telah dipersatukan Allah tidak
boleh diceraikan manusia, sehingga pasangan dipanggil untuk mengedepankan komitmen dalam mempertahankan keutuhan rumah tangga
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perceraian, Keluarga, Perkawinan, Relevansi |
| Subjects: | L Education > Pendidikan Keagamaan Katolik |
| Depositing User: | Josias Gregorius Naro Reda |
| Date Deposited: | 14 Aug 2026 03:39 |
| Last Modified: | 14 Aug 2026 03:39 |
| URI: | http://repository.stipar-ende.ac.id/id/eprint/625 |

