GARE, MARIA ENO (2026) TELAAH TANGGAPAN ORANG-ORANG YANG MENGENAL SUAMI ISTRI YANG HIDUP TERPISAH DI PAROKI SOA. Sarjana thesis, Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende.
ABSTRAK.pdf
Download (1MB)
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB) | Request a copy
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (8MB) | Request a copy
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB) | Request a copy
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (6MB) | Request a copy
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (662kB) | Request a copy
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (3MB)
Abstract
ABSTRAK
Gare, Maria Eno. 2025. “Telaah Tanggapan Orang-Orang yang Mengenal Suami Istri Yang Hidup Terpisah di Paroki Soa” Skripsi. Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik. Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende. Pembimbing: Yohanes Fransiskus Siku Jata, Lic. Th.Kata Kunci: Perkawinan Katolik, Suami Istri Hidup Terpisah, Tanggapan.
Hal yang mendorong peneliti melakukan penelitian ini yaitu adanya fenomena pasangan suami istri yang telah menikah dalam Gereja Katolik, namun tidak hidup bersama yang terjadi di wilayah Paroki Soa. Ada 10 pasang yang memilih untuk hidup terpisah dari pasangan, kisaran waktu 10 pasang suami istri itu berpisah setelah mereka menjalani hidupberkeluarga adalah 3 bulan sampai 15 tahun. Adapun hal-hal yang menjadi faktor pengaruh 10 pasang suami istri di atas terpaksa harus hidup terpisah karena adanya KDRT, perselingkuhan, campur
tangan orang tua, tidak terbuka terhadap pasangan, dan ada yang karena fakor kesulitan kehidupan ekonomi rumah tangga.
Atas dasar itu, maka rumusan masalah dalam penelitian ini: bagaimana tanggapan orang-orang yang mengenal suami istri yang hidup terpisah di Paroki Soa. Dari rumusan masalah ini, maka tujuan penelitian adalah mendeskripsikan tanggapan orang-orang yang mengenal suami istri yang hidup terpisah di Paroki Soa.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data, yakni observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
tanggapan terhadap suami istri yang hidup terpisah menunjukkan adanya perbedaan. Pertama, penolakan terhadap perpisahan dikarenakan bahwa perkawinan dalam Gereja Katolik bersifat suci dan tak terceraikan, sehingga setiap persoalan dalam rumah tangga dapat dihadapi melalui komunikasi yang
baik, terbuka satu sama lain, dan kesediaan untuk saling memahami. Kedua,penerimaan terhadap perpisahan sebagai pilihan realistis. Perpisahan diambil sebagai pilihan terakhir ketika dalam berumah tangga dihadapkan dengan
kekerasan dalam rumah tangga, kurangnya keterbukaan, hilangnya rasa kepercayaan, dan tidak ada komitmen untuk mempertahankan perkawinan. Ketiga, tanggapan netral atau seimbang yakni tetap mengakui idealnya keutuhan perkawinan Katolik, namun memahami bahwa kondisi nyata seperti KDRT,
masalah ekonomi, tidak terbuka terhadap pasangan,keterlibatan dengan pihak ketiga, menjadi hambatan untuk pasangan dapat hidup bersama. Saran yang
diajukan ialah rujuk kembali, menjaga komunikasi yang baik dan bertanggung jawab, terutama dalam pengasuhan anak dan pemenuhan kebutuhan anak, serta pendampingan pastoral melalui konsultasi dengan pastor paroki dan saksi nikah.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perkawinan Katolik, Suami Istri Hidup Terpisah, Tanggapan |
| Subjects: | L Education > Pendidikan Keagamaan Katolik |
| Depositing User: | Josias Gregorius Naro Reda |
| Date Deposited: | 21 Aug 2026 01:53 |
| Last Modified: | 21 Aug 2026 01:53 |
| URI: | http://repository.stipar-ende.ac.id/id/eprint/645 |

