DAE, MARIA MAELAN TO (2026) ANALISIS PEMBIASAAN BERDOA BAHASA DAERAH PADA ANAK SEKAMI DI KUASI PAROKI SANTO YOHANES MARIA VIANNEY PEMO SEBAGAI BENTUK LITERASI BUDAYA. Sarjana thesis, Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende.
ABSTRAK.pdf
Download (1MB)
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB) | Request a copy
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (8MB) | Request a copy
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB) | Request a copy
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (8MB) | Request a copy
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB) | Request a copy
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (2MB)
Abstract
ABSTRAK
Dae To Maelan Maria. 2026. “Analisis Pembiasaan Berdoa Bahasa Daerah Pada Anak Sekami Di Kuasi Paroki Santo Yohanes Maria Vianney Pemo Sebagai Bentuk Literasi Budaya”. Skripsi, Program Studi pendidikan Keagamaan Katolik. Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende.Pembimbing: Norbertus Labu, S. Fil., M. Si Kata kunci: pembiasaan berdoa, doa bahasa daerah, anak sekami, literasi budaya.Pembiasaan berdoa menggunakan bahasa daerah merupakan salah satu pendekatan kontekstual dalam pembinaan iman anak yang sekaligus berperan dalam pelestarian budaya. Pembiasaan berdoa bahasa daerah pada anak Sekami di Kuasi Paroki Santo Yohanes Maria Vianney Pemo, dipandang sebagai pewarisan nilai-nilai budaya sekaligus penguatan iman anak sejak usia dini. Penggunaan doa bahasa daerah membantu anak memahami makna doa secara mendalam, menumbuhkan rasa dekat dengan Tuhan, serta menanmkan nilai cinta terhadap budaya dalam kehidupan menggereja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisi pembiasaan berdoa bahasa daerah pada anak
Sekami sebagai bentuk literasi budaya. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data: wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah 12 orang yakni: 4 orang anak Sekami, 2
pendamping Sekami, 4 orang tua, 1 tokoh adat, dan 1 pastor paroki. Hasil penelitian menunjukkan pembiasaan berdoa bahasa daerah belum menjadi praktik rutin dalam kegiatan Sekami maupun kehidupan keluarga. Keterbatasan penguasaan bahasa daerah, minimnya literasi budaya, serta kurangnya dukungan dalam kegiatan liturgi menjadi faktor utama. Meskipun demikian, pembiasaan berdoa bahasa daerah memiliki potensi yang sangat besar dalam membantu anak memahami makna doa, menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya, serta
memperkuat identitas iman dan budaya. Dengan demikian, pembiasaan berdoa bahasa daerah pada anak Sekami merupakan sarana strategis dalam pengembangan literasi budaya yang perlu didukung secara berkelanjutan oleh keluarga, Gereja dan lingkungan pendidikan.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | pembiasaan berdoa, doa bahasa daerah, anak sekami, literasi budaya. |
| Subjects: | L Education > Pendidikan Keagamaan Katolik |
| Depositing User: | Josias Gregorius Naro Reda |
| Date Deposited: | 21 Aug 2026 03:22 |
| Last Modified: | 21 Aug 2026 03:22 |
| URI: | http://repository.stipar-ende.ac.id/id/eprint/652 |

