MBELO, MARIA (2026) FAKTOR PENYEBAB PEMBAKARAN HUTAN DAN LAHAN SERTA DAMPAKNYA BAGI KELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP DI DESA WAEWEA KECAMATAN BAJAWA UTARA DALAM TERANG ENSIKLIK LAUDATO SI. Sarjana thesis, Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende.
BAB I.pdf
Download (1MB)
ABSTRAK.pdf
Download (1MB)
ABSTRAK.pdf
Download (1MB)
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB) | Request a copy
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (5MB) | Request a copy
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (644kB) | Request a copy
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (568kB) | Request a copy
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (536kB) | Request a copy
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (1MB)
Abstract
ABSTRAK
Mbelo, Maria. 2025. ”Faktor Penyebab Pembakaran Hutan Dan Lahan Serta Dampaknya Bagi Kelestarian Lingkungan Hidup Di Desa Waewea Kecamatan Bajawa Utara Dalam Terang Ensiklik Laudato Si”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik. Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende.
Pembimbing: Frederikus Dhedhu, Lic. Kata kunci: pembakaran hutan dan lahan, kelestarian lingkungan hidup, Laudato Si, Desa Waewea, etika lingkungan.Pembakaran hutan dan lahan merupakan salah satu permasalahan lingkungan hidup yang masih sering terjadi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Desa Waewea, Kecamatan Bajawa Utara. Praktik ini umumnya dilakukan untuk membuka lahan pertanian dengan cara yang dianggap lebih cepat dan murah, namun menimbulkan dampak serius terhadap kelestarian lingkungan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor penyebab terjadinya
pembakaran hutan dan lahan di Desa Waewea serta menganalisis dampaknya bagi kelestarian lingkungan hidup dalam terang Ensiklik Laudato Si. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik
pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab utama pembakaran hutan dan lahan di Desa Waewea meliputi kebiasaan turun-temurun dalam membuka lahan,
keterbatasan pengetahuan masyarakat tentang dampak ekologis, lemahnya penegakan hukum, serta faktor ekonomi. Dampak yang ditimbulkan antara lain kerusakan ekosistem hutan, penurunan kesuburan tanah, pencemaran udara, serta terganggunya keseimbangan lingkungan hidup. Dalam terang Ensiklik Laudato Si, tindakan pembakaran hutan dan lahan bertentangan dengan panggilan manusia untuk menjaga dan merawat ciptaan sebagai rumah bersama (our common home). Ensiklik ini menegaskan pentingnya pertobatan ekologis, tanggung jawab moral,
serta keterlibatan semua pihak dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi ekologis, penguatan kesadaran iman, serta kerja sama antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga keagamaan guna mendorong pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | pembakaran hutan dan lahan, kelestarian lingkungan hidup, Laudato Si, Desa Waewea, etika lingkungan. |
| Subjects: | L Education > Pendidikan Keagamaan Katolik |
| Depositing User: | Josias Gregorius Naro Reda |
| Date Deposited: | 22 Aug 2026 01:01 |
| Last Modified: | 22 Aug 2026 01:01 |
| URI: | http://repository.stipar-ende.ac.id/id/eprint/658 |

