AKU, MARIA NOTBURGA (2026) <BENAIK BENAKI SEBAGAI SIMBOL INISIASI: REFLEKSI TEOLOGIS ATAS SAKRAMEN BAPTIS DALAM KONTEKS MASYARAKAT MERAMBANG=. Sarjana thesis, Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende.
ABSTRAK.pdf
Download (2MB)
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only
Download (2MB) | Request a copy
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (5MB) | Request a copy
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB) | Request a copy
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (18MB) | Request a copy
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (595kB) | Request a copy
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (2MB)
Abstract
ABSTRAK
Aku, Maria Notburga. 2025. <Benaik Benaki sebagai Simbol Inisiasi: Refleksi Teologis atas Sakramen Baptis dalam Konteks Masyarakat Merambang=. Skripsi. Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik. Sekolah Tinggi Pastoral Atma
Reksa Ende. Pembimbing I: Dr. Anselmus Dore Woho Atasoge S.Fil.,M.Th Kata Kunci: Makna, Sakramen Baptis, Ritual (benaik benaki) Ritual benaik benaki merupakan salah satu warisan budaya yang hingga saat diwarisankan turun temurun oleh leluhur masyarakat adat Merambang, Kecamatan Bulik Timur, Kabupaten Lamandau, Provinsi Kalimantan Tengah.
Ritual benaik benaki dilaksanakan oleh masyarakat Merambang sebagai bentuk penyucian diri dan penerimaan seseorang ke dalam sebuah komunitas setempat tujuan lain dari ritual ini, agar seseorang yang dibuatkan ritual benaik benaki dapat diakui secara sosial maupun spiritual, dijauhkan dari marabahaya dan gangguan dari roh leluhur setempat.Penelitian ini secara khusus mengkaji mengenai refleksi teologis kesamaaan makna antara ritual adat benaik benaki dan
Sakramen Baptis dalam Gereja Katolik. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesamaan makna kedua ritus tersebut dalam dimensi penyucian, penerimaan sosial, dan pembaruan spiritual, sekaligus menelaah interaksi antara simbol, makna, dan praktik sosial dalam kehidupan masyarakat Merambang. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi untuk memahami secara mendalam realitas sosial-budaya serta praktik keagamaan masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual benaik benaki dan Sakramen Baptis
merepresentasikan proses inkulturasi iman yang harmonis, di mana adat dan iman Katolik saling berdialog tanpa meniadakan identitas masing-masing. Keduanya bertemu dalam tiga dimensi utama yang membentuk kehidupan rohani dan sosial masyarakat, melahirkan spiritualitas khas yang berakar pada kearifan leluhur, terbuka pada Injil, serta mendorong penguatan identitas, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial-ekologis di tengah tantangan modernisasi Penelitian ini menyarankan agar Gereja Katolik di Merambang memperkuat pastoral inkulturatif melalui liturgi kontekstual, pendalaman iman berwawasan ekologis selaras dengan Laudato Si’, serta integrasi nilai Injil dan tradisi lokal, sekaligus mendorong pendidikan adat yang sistematis bagi generasi muda. Selain
itu, peneliti, lembaga akademik, dan pemerintah daerah diharapkan mendukung kajian lintas disiplin serta pelestarian benaik benaki sebagai warisan spiritual demi
terwujudnya sinergi Gereja, adat, dan masyarakat dalam membangun kehidupan sosial-ekologis yang harmonis.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Makna, Sakramen Baptis, Ritual (benaik benaki) |
| Subjects: | L Education > Pendidikan Keagamaan Katolik |
| Depositing User: | Josias Gregorius Naro Reda |
| Date Deposited: | 22 Aug 2026 01:11 |
| Last Modified: | 22 Aug 2026 01:11 |
| URI: | http://repository.stipar-ende.ac.id/id/eprint/659 |

