SOGE, MARSELINA ATI (2026) TANTANGAN DAN PELUANG PASTORAL TERHADAP PRAKTIK HIDUP BERSAMA SEBELUM MENIKAH DI STASI LEWOKOLI PAROKI KOTENWALANG. Sarjana thesis, Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende.
ABSTRAK.pdf
Download (2MB)
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB) | Request a copy
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (9MB) | Request a copy
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (2MB) | Request a copy
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (9MB) | Request a copy
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (587kB) | Request a copy
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (2MB)
Abstract
ABSTRAK
Soge, Marselina Ati. 2026. “Tantangan dan Peluang Pastoral Terhadap Praktik Hidup Bersama Sebelum Menikah di Stasi Lewokoli - Paroki Kotenwalang”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik. Sekolah Tinggi Pastoral
Atma Reksa Ende.Pembimbing: Yohanes Fransiskus Siku Jata, Lic.Th.Kata Kunci: Perkawinan, Kohabitasi (kawin pintas), Tantangan, Peluang Pastoral.Hal yang mendorong peneliti melaksanakan penelitian ini adalah adanya fenomena pasangan suami-istri yang sudah hidup bersama sebelum menikah di
Stasi Lewokoli-Paroki Kotenwalang. Ada 18 pasangan suami-istri yang telah hidup bersama sebelum menikah. Faktor yang memengaruhi terjadinya fenomena tersebut, yakni minimnya pemahaman tentang sakramen perkawinan, keadaan ekonomi keluarga, mental ikut arus, kebiasaan atau budaya.
Atas dasar itu, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana tantangan dan peluang pastoral terhadap praktik hidup bersama sebelum menikah di Stasi Lewokoli. Untuk menjawabi rumusan masalah ini, maka tujuan penelitian
adalah mendeskripsikan tantangan dan peluang pastoral terhadap praktik hidup bersama sebelum menikah di Stasi Lewokoli. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data, yakni observasi, wawancara dan
studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (a) Tantangan: Pertama, kurangnya perhatian Gereja mendorong pria dan wanita menjalani praktik kumpul kebo. Kedua, tidak dapat menerima Tubuh dan Darah Kristus, anak-anak belum di
Baptis, tidak menerima tunjangan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.Ketiga, mental ikut arus yang berdampak pada kehamilan di luar nikah. Keempat,tuntutan belis menjadi penghambat pernikahan. (b) Peluang pastoral: Pertama,
katekese tentang perkawinan, termasuk melalui Kursus Persiapan Perkawinan bagi calon nikah. Kedua, katekis, DPP, serta orang tua dilibatkan untuk memberikan pendampingan. Ketiga, Pastor Paroki dapat memberikan Sakramen
Baptis dan Komuni Suci bagi anak, dengan syarat orang tuanya mengikuti KPP dan segera mengurus pernikahannya. Keempat, mengadakan kegiatan rutin tahunan temu Orang Muda Katolik tingkat Paroki. Kelima, dapat diberikan pemahaman tentang perkawinan katolik kepada kepala suku. Saran yang dianjurkan: Dewan Pastoral Paroki menyusun program pastoral keluarga berkelanjutan dengan melibatkan katekis dan pendamping pastoral untuk menangani kasus hidup bersama sebelum menikah.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perkawinan, Kohabitasi (kawin pintas), Tantangan, Peluang Pastoral. |
| Subjects: | L Education > Pendidikan Keagamaan Katolik |
| Depositing User: | Josias Gregorius Naro Reda |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 02:38 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 02:38 |
| URI: | http://repository.stipar-ende.ac.id/id/eprint/676 |

