UPAYA PELAYANAN SAKRAMEN BAPTIS BAGI ANAK-ANAK YANG LAHIR DARI PASANGAN YANG BELUM SAH DI PAROKI COR JESU WANGKA

BEKA, ADELHEID (2026) UPAYA PELAYANAN SAKRAMEN BAPTIS BAGI ANAK-ANAK YANG LAHIR DARI PASANGAN YANG BELUM SAH DI PAROKI COR JESU WANGKA. Sarjana thesis, Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende.

[thumbnail of ABSTRAK] Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB I] Text (BAB I)
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[thumbnail of BAB II] Text (BAB II)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (6MB) | Request a copy
[thumbnail of BAB III] Text (BAB III)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[thumbnail of BAB IV] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy
[thumbnail of BAB V] Text (BAB V)
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (646kB) | Request a copy
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (4MB)

Abstract

ABSTRAK
Beka, Adelheid, 2026. “Pelayanan Sakramen Baptis Bagu Anak-Anak Yang Lahir Dari Pasangan Yang Belum Sah Paroki Cor Jesu Wangka”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik. Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende.Pembimbing: Efraem Pea, Lic.Iur Can.Kata kunci: Sakramen Baptis, pelayanan pastoral, anak-anak, pasangan tidak sah.
Sakramen Baptis merupakan sakramen inisiasi pertama dalam Gereja Katolik yang menjadi pintu masuk seseorang ke dalam kehidupan iman Kristiani. Gereja memandang bahwa setiap anak berhak menerima Sakramen Baptis, termasuk anak-anak yang lahir dari pasangan yang belum sah secara kanonik. Namun,
dalam praktik pastoral, pelayanan Sakramen Baptis bagi anak-anak tersebut sering menghadapi berbagai tantangan, baik dari segi pemahaman umat, sikap pastoral pelayanan Gereja, maupun ketentuan hukum kanonik. Penelitian ini bertujuan
untuk mengkaji pelaksanaan pelayanan Sakramen Baptis bagi anak-anak yang lahir dari pasangan yang belum sah, serta menelaah sikap dan kebijakan pastoral Gereja dalam menghadapi situasi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskripstif,melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Gereja
pada dasarnya tetap membuka pelayanan Sakramen Baptis bagi anak-anak yang lahir dari pasangan yang belum sah, dengan menekankan tanggung jawab orang tua dan wali baptis dalam menjamin pendidikan iman anak. Namun, masih ditemukan kendala berupa kurangnya pemahaman umat tentang hukum Gereja
serta adanya rasa takut atau malu dari pihak orang tua. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan pastoral yang lebih intensif dan edukatif agar pelayanan Sakramen Baptis dapat dilaksanakan secara inklusif, adil, dan sesuai dengan ajaran serta hukum Gereja Katolik.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Sakramen Baptis, pelayanan pastoral, anak-anak, pasangan tidak sah.
Subjects: L Education > Pendidikan Keagamaan Katolik
Depositing User: Josias Gregorius Naro Reda
Date Deposited: 27 Aug 2026 05:19
Last Modified: 27 Aug 2026 05:19
URI: http://repository.stipar-ende.ac.id/id/eprint/704

Actions (login required)

View Item
View Item