STUDI PERBANDINGAN TENTANG MAKNA HIDUP SESUDAH MATI DALAM RITUS PATI KA DU’A BUPU ATA MATA SUKU WUMBU RAJA AEKOLE DAN DALAM KATEKISMUS GEREJA KATOLIK

ELA, YULITANIA PANO (2026) STUDI PERBANDINGAN TENTANG MAKNA HIDUP SESUDAH MATI DALAM RITUS PATI KA DU’A BUPU ATA MATA SUKU WUMBU RAJA AEKOLE DAN DALAM KATEKISMUS GEREJA KATOLIK. Sarjana thesis, Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende.

[thumbnail of ABSTRAK] Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB I] Text (BAB I)
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
[thumbnail of BAB II] Text (BAB II)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy
[thumbnail of BAB III] Text (BAB III)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (915kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB IV] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB) | Request a copy
[thumbnail of BAB V] Text (BAB V)
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (787kB) | Request a copy
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK
Pano Ela, Yulitania. 2026. "Studi Perbandingan tentang Makna Hidup Sesudah Mati dalam Ritus Pati Ka Du’a Bupu Ata Mata Suku Wumbu Raja Aekole dan Katekismus Gereja Katolik" Skripsi. Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik. Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende.
Pembimbing: Yoh. Donbosko Bhodo, S.Fil.,Lic.Th
Kata Kunci: hidup, mati, Ritus, Katekismus, Gereja Katolik
Penelitian ini mengambil topik tentang perbandingan makna kehidupan sesudah kematian dalam Ritus Pati Ka Du’a Bupu Ata Mata dan Katekismus Gereja Katolik. Adapun alasan yang menjadi dasar pemilihan topik ini adalah kenyataan
yang dihadapi peneliti terkait pemahaman masyarakat mengenai makna kehidupan sesudah kematian dalam ritus Pati Ka Du‘a Bupu Ata Mata, antara lain: Masyarakat Aekole belum memahami tentang makna kehidupan sesudah kematian dalam ritus Pati Ka Du’a Bupu Ata Mata, ritus yang dilakukan setahun sekali, banyak anak muda yang belum mengerti tentang ritus Pati Ka Du’a Bupu Ata Mata, belum mengerti tentang arti dari Pire, tempat sesajian yang sangat jauh, tidak semua anak muda terlibat dalam perjalanan memberi makan nenek moyang.
Berdasarkan realitas tersebut, maka rumusan masalah yang hendak digali dalam penelitian ini adalah bagaimana perbandingan terkait makna kehidupan sesudah
kematian dalam ritus Pati Ka Du’a Bupu Ata Mata pada masyarakat Suku Wumbu Raja dan dalam Katekismus Gereja Katolik. Tujuan penelitian ini ialah menjelaskan perbandingan berkaitan dengan makna kehidupan sesudah kematian menurut masyarakat Suku Wumbu Raja dalam konteks Ritus Pati Ka Du’a Bupu Ata Mata dan dalam Katekismus Gereja Katolik. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Aekole percaya akan kehidupan sesudah kematian yang ada dalam Ritus dan dalam Katekismus Gereja Katolik. Mayarakat yakin bahwa setelah manusia mengalami kematian makan
akan mengalami kebangkitan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan dan persamaan mengenai kehidupan sesudah kematian dalam ritus Pati
Ka Du’a Bupu Ata Mata dan Katekismus Gereja Katolik.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: hidup, mati, Ritus, Katekismus, Gereja Katolik
Subjects: L Education > Pendidikan Keagamaan Katolik
Depositing User: Josias Gregorius Naro Reda
Date Deposited: 04 Sep 2026 01:46
Last Modified: 04 Sep 2026 01:46
URI: http://repository.stipar-ende.ac.id/id/eprint/733

Actions (login required)

View Item
View Item