RELEVANSI NILAI-NILAI RITUAL WETU NGI’I ADAT NATAIA DALAM PEMBINAAN SAKRAMEN KRISMA DI PAROKI HATI YESUS HATI MARIA BOANIO

BEBE, GRASELA NOVITA (2026) RELEVANSI NILAI-NILAI RITUAL WETU NGI’I ADAT NATAIA DALAM PEMBINAAN SAKRAMEN KRISMA DI PAROKI HATI YESUS HATI MARIA BOANIO. Sarjana thesis, Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende.

[thumbnail of ABSTRAK] Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of BAB I] Text (BAB I)
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[thumbnail of BAB II] Text (BAB II)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (7MB) | Request a copy
[thumbnail of BAB III] Text (BAB III)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[thumbnail of BAB IV] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (9MB) | Request a copy
[thumbnail of BAB V] Text (BAB V)
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (6MB)

Abstract

ABSTRAK
Bebe, Grasela Novita. 2026. “Relevansi Nilai-Nilai Ritual Wetu Ngi’i dalam Pembinaan Sakramen Krisma di Paroki Hati Yesus Hati Maria Boanio”.Skripsi. Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik. Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende.
Pembimbing: Damianus Dionisius Nuwa, S. Fil., M. Th
Kata Kunci : Wetu Ngi’i, Sakramen Krisma, Inkulturasi, Kedewasaan Iman, Orang Muda .Ritual Wetu Ngi’i dalam suku Nataia merupakan ritus inisiasi kedewasaan melalui simbolisme perataan gigi untuk membersihkan sifat buruk manusia, sementara Sakramen Krisma adalah sakramen inisiasi Katolik yang memberikan kepenuhan Roh Kudus bagi kedewasaan iman umat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi relevansi nilai ritual Wetu Ngi’i dalam pembinaan Sakramen
Krisma di paroki Boanio serta menganalisis peluang dan tantangan pastoral inkulturatifnya sebagai sarana katekese kontekstual bagi orang muda. Latar belakang penelitian ini berpijak pada fenomena kesenjangan identitas antara tradisi lokal dengan penghayatan iman Kristiani pada orang muda yang cenderung bersifat doktrinal-teoretis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual Wetu Ngi’i memiliki relevansi substansial dalam membentuk kedewasaan iman orang muda melalui empat pilar nilai utama. Pertama, keberanian dan ketabahan yang bertransformasi menjadi militansi iman. Kedua, pengendalian diri yang menyempurnakan ketaatan
pada bimbingan Roh Kudus. Ketiga, tanggung jawab komunal yang menjadi dasar pelayanan kasih atau diakonia. Keempat, kesucian hidup yang bermuara pada integritas penyerupaan dengan Kristus. Data lapangan mengonfirmasi bahwa
kearifan lokal suku Nataia merupakan fondasi manusiawi yang menyiapkan orang muda sebagai calon krismawan untuk menerima rahmat sakramental secara lebih bermakna. Peluang pastoral inkulturatif terbuka melalui meningkatnya kedekatan
emosional orang muda terhadap katekese yang membumi diparoki Boanio, tantangan utamanya adalah perlunya peningkatan literasi teologis bagi para katekis guna menghindari sinkretisme. Disimpulkan bahwa integrasi nilai Wetu
Ngi’i dalam pembinaan Krisma sangat strategis untuk menghasilkan orang muda krismawan yang militan dan berakar kuat pada jati diri budayanya melalui sinergi antara Pastor Paroki, DPP, katekis, dan tokoh adat demi memperkaya materi
teologi lokal di masa depan

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Wetu Ngi’i, Sakramen Krisma, Inkulturasi, Kedewasaan Iman, Orang Muda .
Subjects: L Education > Pendidikan Keagamaan Katolik
Depositing User: Josias Gregorius Naro Reda
Date Deposited: 08 Sep 2026 03:39
Last Modified: 08 Sep 2026 03:39
URI: http://repository.stipar-ende.ac.id/id/eprint/750

Actions (login required)

View Item
View Item