BAREK, DIANA (2025) MAKNA SIMBOLIK RITUS RABU TREWA BAGI UMAT LINGKUNGAN MARIAALLELUIA LARANTUKA. Other thesis, STIPAR ENDE.
ABSTRAK.pdf
Download (2MB)
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB) | Request a copy
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (6MB) | Request a copy
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB) | Request a copy
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (5MB) | Request a copy
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (755kB) | Request a copy
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (8MB)
Abstract
ABSTRAK
Barek, Diana. 2024. “Makna Simbolik Ritus Rabu Trewa Bagi Umat Lingkungan Maria
Alleluia Larantuka”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik. Sekolah
Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende. Pembimbing Dr. Anselmus Dore Woho Atasoge S.Fil.,M.Th
Kata Kunci:Makna, Simbolik, Ritus (Rabu Trewa)
Ritus Rabu Trewa adalah salah satu tradisi peninggalan leluhur dari lingkungan
Maria Alleluia Larantuka yang diperkenalkan oleh para misionaris asal Portugis. Sejak
tahun 1.500-an tradisi ritus Rabu Trewa telah rutin dijalankan di Larantuka dalam satu
rangkaian tradisi religius yang telah mencuri perhatian dunia pada zaman ini yakni
Semana Santa, yang dimulai sejak hari Minggu Palma hingga hari Minggu Paskah. Ritus
Rabu Trewa merupakan ritus yang menarik karena menampilkan banyak simbol unik baik
simbol non verbal, verbal maupun simbol kultur. Penelitian ini mengkaji secara khusus
mengenai pemaknaan umat lingkungan Maria Alleluia Larantuka terhadap simbol yang
digunakan sepanjang ritus Rabu Trewa berlangsung. Penelitian ini juga bertujuan untuk
pertama, menemukan simbol apa saja yang digunakan dalam ritus Rabu Trewa, dan
Kedua, mendeskripsikan makna simbol yang digunakan dalam ritus Rabu Trewa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang mana penulis
mendeskripsikan keadaan yang nampak dari fenomena ritus Rabu Trewa yang masih
terpelihara hingga kini oleh umat lingkungan Maria Alleluia Larantuka. Hasil penelitian
menjelaskan bahwa, ritus Rabu Trewa telah dipersiapkan sejak hari Rabu Abu hingga
Rabu Trewa. Persiapan tersebut diisi dengan pengajian oleh tigabelas suku Semana
selama tujuh minggu dan berakhir pada hari Rabu Trewa sebelum memasuki Tri Hari
Suci. Ritus Rabu Trewa masih dijalankan hingga kini oleh umat lingkungan Maria
Alleluia Larantuka dengan menampilkan banyak simbol baik simbol non verbal, simbol
verbal maupun simbol kultur. Simbol tersebut secara jelas nampak dalam perjalanan ritus
Rabu Trewa yang dibuka dan ditutup dengan pengajian oleh suku Fernandez Aikoli
Kapitan Jentera sebagai Tuan atas Rabu Trewa. Ritus Rabu Trewa berlangsung dengan
menampilkan banyak simbol yang mengandung makna religius yang diwariskan sejak
zaman Portugis. Makna religius yang terkandung di dalam ritus Rabu Trewa mampu
menghantar umat lingkungan Maria Alleluia Larantuka menuju kedekatannya dengan
yang transenden (kudus). Simbol-simbol yang digunakan sepanjang ritus berlangsung
merupakan sarana yang mempunyai maksud tertentu dibaliknya. Umat lingkungan Maria
Alleluia Larantuka mempunyai harapan besar terhadap generasi penerus, agar tradisi ritus
Rabu Trewa dapat diwariskan dan berkembang baik sesuai makna yang telah diwariskan
oleh para lelehur. Saran yang diberikan peneliti bagi umat lokal maupun para peziarah
adalah, umat harus dengan kesadaran penuh mewarisi tradisi leluhur dengan tetap
memelihara nilai religius dari ritus Rabu Trewa tersebut. Selain itu, bagi para peziarah
agar selalu mengikuti tata aturan yang berlaku supaya tidak mengakibatkan dampak yang
tidak diinginkan karena nilai dan makna religius dari ritus inilah yang menjadikan Rabu
Trewa sebagai suatu peristiwa iman yang pantas untuk dikembangkan dan dikenal
diseluruh dunia.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Makna, Simbolik, Ritus (Rabu Trewa) |
| Subjects: | L Education > Pendidikan Keagamaan Katolik |
| Depositing User: | Josias Gregorius Naro Reda |
| Date Deposited: | 22 Jun 2026 03:55 |
| Last Modified: | 22 Jun 2026 03:58 |
| URI: | http://repository.stipar-ende.ac.id/id/eprint/358 |

