Wonga, MagdalenaMaria (2023) TANGGAPAN PASTORAL TERHADAP PERSELINGKUHAN SUAMI ISTRI DI PAROKI SANTA MARIA MAGDALENA NANGAHURE. Diploma thesis, STIPAR ENDE.
Abstrak.pdf
Download (3MB)
Bab 1.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
Bab II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (7MB)
Bab III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
Bab IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (5MB)
Bab V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (584kB)
Daftar Pustaka.pdf
Download (574kB)
Abstract
Wonga, Magdalena Maria. 2023. “Tanggapan Pastoral Terhadap Perselingkuhan
Suami Istri Di Paroki Santa Maria Magdalena - Nangahure”. Skripsi. Program
Studi Pendidikan Keagamaan Katolik. Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende.
Pembimbing: Yohanes Fransiskus Siku Jata, Lic, Mat.Fam.
Kata Kunci: Suami Istri, Perselingkuhan, dan Tanggapan Pastoral
Hal yang melatarbelakangi penelitian ini ialah adanya praktek
perselingkuhan suami istri yang terjadi di Paroki Santa Maria Magdalena -
Nangahure. Hal yang menarik perhatian peneliti ialah kendati perselingkuhan
suami istri bertentangan dengan sifat hakiki Perkawinan Katolik, namun praktek
perselingkuhan masih terjadi.
Atas alasan itu, maka rumusan masalahnya adalah bagaimana tanggapan
pastoral terhadap perselingkuhan suami istri di Paroki Santa Maria Magdalena -
Nangahure. Karena itu tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui karakteristik
suami istri yang melakukan perselingkuhan dan untuk menganalisis tanggapan
pastoral terhadap perselingkuhan suami istri di Paroki Santa Maria Magdalena -
Nangahure. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian
kualitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data, yakni observasi, studi
dokumentasi, dan wawancara.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama: Karakteristik suami istri
yang melakukan perselingkuhan adalah: mereka yang berusia 35-40 tahun,
berpendidikan SMA dan sisanya berpendidikan SD, bekerja sebagai ibu rumah
tangga, dan sopir, mereka yang berselingkuh adalah mereka yang telah hidup
bersama sejak berusia 18-22 tahun, dan sudah memilik anak (2-3 anak). Alasan
berselingkuh yaitu karena keadaan ekonomi, dan ketidakharmonisan dalam
keluarga. Dampak dari perselingkuhan yaitu stres, sakit hati, malu, KDRT, tinggal
terpisah, dan kehidupan anak-anak terlantar. Dan kedua, terkait tanggapan
pastoral terhadap perselingkuhan suami istri: yang terjadi ialah adanya sanksi
yang diberikan oleh pihak pemerintah dan tokoh adat kepada para pelaku
perselingkuhan melalui upacara pemulihan nama baik. Sedaangkan pendampingan
pastoral terhadap pelaku perselingkuhan belum dilaksanakan oleh pihak gereja.
Saran yang dianjurkan ialah tim Pastoral Keluarga Paroki dan Pastor
Paroki perlu merancang program pendampingan dan pembinaan bagi suami istri
yang sudah menikah, terutama bagi keluarga yang bermasalah. Juga perlu
membangun kerjasama dengan tokoh adat dan tokoh pemerintah untuk
meminimalisir praktek perselingkuhan yang terjadi di tengah masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > Pendidikan Keagamaan Katolik |
| Divisions: | Pendidikan Keagamaan Katolik |
| Depositing User: | Josias Gregorius Naro Reda |
| Date Deposited: | 11 Mar 2026 04:16 |
| Last Modified: | 11 Mar 2026 04:16 |
| URI: | http://repository.stipar-ende.ac.id/id/eprint/114 |

