Kue, Beatriks (2023) MENINGKATKAN KEHIDUPAN ROHANI SISWA KELAS VI SDI KOLIKAPA PASCA KOMUNI PERTAMA DI PAROKI ST. VINCENTIUS A. PAULO RATESUBA. Diploma thesis, STIPAR ENDE.
Abstrak.pdf
Download (1MB)
Bab 1.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
Bab II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (4MB)
Bab III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (721kB)
Bab IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (3MB)
Bab V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (561kB)
Daftar Pustaka.pdf
Download (536kB)
Abstract
Beatriks Kue, 2023. “Meningkatkan Kehidupan Rohani Siswa Kelas VI SDI
Kolikapa Pasca Komuni Pertama di Paroki St. Vincentius A. Paulo Ratesuba”.
Skripsi. Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik. Sekolah Tinggi Pastoral
Atma Reksa Ende.
Pembimbing Kristoforus Kopong, S. Fil., M.Hum.
Kata Kunci : Kehidupan Rohani Pasca Komuni Pertama.
Penelitian ini berjudul meningkatkan kehidupan rohani siswa kelas VI SDI
Kolikapa pasca komuni pertama di Paroki St. Vincentiua A. Paulo Ratesuba.
Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah siswa-siswi hanya mau berdoa
dan melatih doa-doa serta mengikuti kegiatan rohani lainnya hanya menjelang
menerima komuni pertama namum pasca komuni pertama semangat doanya
menurun. Oleh karena itu, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah faktor
apa saja yang menyebabkan menurunnya semangat kehidupan rohani siswa kelas
VI SDI Kolikapa pasca komuni pertama dan bagaimana upaya meningkatkan
kehidupan rohani siswa kelas VI SDI Kolikapa pasca komuni pertama.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif. Penulis
menggunakan tiga instrumen, yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Analisis data adalah mengkategorikan data berdasarkan jawaban narasumber, data
tersebut kemudian diuraikan demi menjawabi rumusan masalah dalam penelitian
ini.
Hasil penelitian menunjukkan faktor yang mempengaruhi menurunnya
semangat kehidupan rohani siswa pasca komuni pertama datangnya dari diri
sendiri (internal), seperti tidak ada niat dari dalam diri siswa, malas, atau acuh tak
acuh. Sedangkan faktor eksternal, seperti tidak ada keteladanan orang tua, tidak
ada pendampingan lanjutan dari guru agama, serta pola pendampingan sekami
yang kurang efektif . Oleh karena itu, upaya yang dilakukan agar semangat
kehidupan rohani siswa pasca komuni pertama meningkat, yakni membuat
jadawal doa yang dilakukan secara pribadi maupun secara bersama baik dalam
keluarga maupun di lingukangan. Selin itu, gereja juga mengadakan kegiatan
pelatihan atau pematangan iman anak pasca komuni pertama.
Peneliti menyarankan kepada Paroki St. Vincentius A. Paulo Ratesuba bahwa
membuat suatu kebijakan pada saat persiapan komuni pertama bahwa kegiatan
pembinaan rohani siswa komuni pertama terjadi pada saat pra komuni pertama
dan pasca komuni pertama. Sedangkan untuk orang tua, SDI Kolikapa, guru
agama dan pendampingan sekami yakni membuat jadwal doa baik doa pribadi
maupun doa bersama dalam keluarga ataupun lingkungan, dan tetap
melaksanakan pendampingan lajutan tentang doa dan cara berdoa yang baik
sebagai upaya untuk meningkatkan kehidupan rohani siswa pasca komuni
pertama.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > Pendidikan Keagamaan Katolik |
| Depositing User: | Josias Gregorius Naro Reda |
| Date Deposited: | 14 Apr 2026 00:27 |
| Last Modified: | 14 Apr 2026 00:27 |
| URI: | http://repository.stipar-ende.ac.id/id/eprint/174 |

