DAMPAK KELUARGA BROKEN HOME TERHADAP KEMATANGAN EMOSIONAL ANAK DI LINGKUNGAN ST. ANDREAS MAGEPANDA

Kelan, LouisYohanista (2026) DAMPAK KELUARGA BROKEN HOME TERHADAP KEMATANGAN EMOSIONAL ANAK DI LINGKUNGAN ST. ANDREAS MAGEPANDA. Diploma thesis, STIPAR ENDE.

[thumbnail of ABSTRAK] Text (ABSTRAK)
COVER.pdf

Download (467kB)
[thumbnail of BAB 1] Text (BAB 1)
BAB 1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (300kB)
[thumbnail of BAB 2] Text (BAB 2)
BQB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (358kB)
[thumbnail of BAB 3] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (169kB)
[thumbnail of BAB 4] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (388kB)
[thumbnail of BAB 5] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (156kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (363kB)

Abstract

Kelan, Louis, Yohanista. 2025. “Dampak keluarga broken home terhadap
Kematangan Emosional anak di Lingkungan St. Andreas Magepanda” Skripsi.
Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik, Sekolah Tinggi Pastoral Atma
Reksa Ende.
Pembimbing Dr. Norbertus Labu, S.Fil.,M.Si dan Mathilde Mitha, S.Pd.,M.Si.
Kata kunci: keluarga broken home, kematangan emosional, anak
Keluarga memiliki peran penting dalam perkembangan emosional anak.
Entah perkembangan emosional anak itu menjadi matang ataupun tidak. Salah
satu keluarga broken home yang terjadi karena perceraian atau perpisahan orang
tua memiliki dampak tertentu terhadap perkembangan kematangan emosional
anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak keluarga broken
home terhadap kematangan emosional anak di Lingkungan St. Andreas
Magepanda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif.
Narasumber penelitian terdiri dari 10 orang yang terdiri dari 5 orang anak broken
home dan 5 orang tua asuh. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan
dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa anak-anak dari keluarga broken home mengalami kesulitan dalam
mengelola emosi, rendahnya rasa percaya diri, penarikan diri dari lingkungan
sosial, dan ketidakstabilan emosi. Namun demikian, dukungan emosional dari
orang tua asuh dan lingkungan sekolah berperan penting dalam membantu anak
mengembangkan kematangan emosional yang lebih baik.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: L Education > Pendidikan Keagamaan Katolik
Depositing User: Josias Gregorius Naro Reda
Date Deposited: 15 Apr 2026 05:24
Last Modified: 15 Apr 2026 05:24
URI: http://repository.stipar-ende.ac.id/id/eprint/203

Actions (login required)

View Item
View Item