Goma, YosefaEvina (2023) TANGGAPAN PASTORAL TERHADAP PRAKTEK WAJA ANA FAI DI PAROKI MBC – BAJAWA. Diploma thesis, STIPAR ENDE.
abstrak.pdf
Download (2MB)
bab 1.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
bab II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (9MB)
Bab III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
Bab IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (3MB)
Bab V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (490kB)
Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Registered users only
Download (910kB)
Abstract
Goma Yosefa Evina. 2023. “Tanggapan Pastoral Terhadap Praktek Waja Ana Fai
di Paroki Mater Boni Concilli - Bajawa”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik. Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende.
Pembimbing: Yohanes Fransiskus Siku Jata, Lic, Mat.Fam.
Kata Kunci: Waja Ana Fai, Tanggapan Pastoral
Hal yang mendorong peneliti melaksanakan penelitian ini adalah adanya praktek Waja ana fai di kalangan masyarakat Bajawa. Hal yang menarik perhatian
peneliti ialah kendati sanksi telah dilakukan, namun praktek hidup yang melahirkan Waja masih terus terjadi.
Atas dasar fenomena itu, maka rumusan masalahnya adalah bagaimana tanggapan pastoral terhadap praktek Waja ana fai di Paroki Mater Boni Concilli Bajawa. Untuk menjawabi permasalahan, tujuan penelitian adalah: pertama, untuk
mengetahui karakteristik pihak-pihak yang terlibat dalam praktek Waja ana fai;dan kedua, untuk menganalisis tanggapan pastoral terhadap praktek Waja ana fai
di Paroki Mater Boni Concilli Bajawa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif, dengan
menggunakan teknik pengumpulan data, yakni observasi, studi dokumentasi, dan
wawancara.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama: Karakteristik suami istri yang terlibat dalam praktek Waja ana fai adalah sebagai berikut: Usia mereka yang terlibat Waja ialah 25- 52 tahun, mereka terbanyak berpendidikan SD dan
SMA, pekerjaan mereka adalah petani, semua mereka yang terlibat dalam praktek waja ana fai memiliki anak 1-2 orang, dan ada yang 9 anak. Dan Praktek Waja
terjadi karena suami tidak mau bertanggung jawab, suami ingin melanjutkan hubungan dengan istri sah, dan suami merasa tidak berjodoh. Kedua, terkait
tanggapan pastoral terhadap praktek Waja ana fai. Pihak Gereja melakukan kunjungan dan memberikan nasihat kepada keluarga yang bermasalah,melaksanakan program-program pendampingan keluarga umumnya bagi suami
istri yang akan menikah, serta melakukan pengajaran dan pembinaan melalui katekese.
Saran yang dianjurkan ialah Seksi Pastoral Keluarga Paroki dalam kerja sama dengan tokoh masyarakat dan pemerintah setempat, perlu merancangprogram pendampingan dan pembinaan bagi keluarga dalam kondisi khusus, serta berupaya mencari solusi terkait persoalan-persoalan keluarga yang terjadi di tengah masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > Pendidikan Keagamaan Katolik |
| Divisions: | Pendidikan Keagamaan Katolik |
| Depositing User: | Josias Gregorius Naro Reda |
| Date Deposited: | 27 Feb 2026 03:21 |
| Last Modified: | 27 Feb 2026 03:21 |
| URI: | http://repository.stipar-ende.ac.id/id/eprint/60 |

