KAJIAN SEMIOTIK MENURUT CHARLES SANDERS PEIRCE ATAS KEBERADAAN RUMAH IBADAH DAN SIMBOL -SIMBOLNYA DI KOMPLEKS PUJA MANDALA NUSA DUA – BALI

BIRU, MARIA ANJELITA (2026) KAJIAN SEMIOTIK MENURUT CHARLES SANDERS PEIRCE ATAS KEBERADAAN RUMAH IBADAH DAN SIMBOL -SIMBOLNYA DI KOMPLEKS PUJA MANDALA NUSA DUA – BALI. Sarjana thesis, Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende.

[thumbnail of ABSTRAK] Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB I] Text (BAB I)
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[thumbnail of BAB II] Text (BAB II)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB) | Request a copy
[thumbnail of BAB III] Text (BAB III)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[thumbnail of BAB IV] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (6MB) | Request a copy
[thumbnail of BAB V] Text (BAB V)
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (602kB) | Request a copy
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK
Biru, Maria Anjelita. 2026. "Kajian Semiotik Menurut Charles Sanders Peirce Atas Keberadaan Rumah Ibadah dan Simbol-Simbolnya di Kompleks Puja Mandala Nusa Dua Bali" Skripsi. Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik.
Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende.
Pembimbing: Yoh. Donbosko Bhodo, S.Fil.,Lic.Th
Kata Kunci: Semiotik, Simbol, Keagamaan, Puja Mandala.
Penelitian ini mengkaji keberadaan rumah ibadah beserta simbol-simbolnya di Kompleks Puja Mandala, Nusa Dua, Bali, melalui perspektif semiotik Charles Sanders Peirce. Kompleks Puja Mandala yang menaungi lima rumah ibadah; Masjid, Gereja Katolik, Protestan, Hindu, dan Buddha yang menjadi representasi nyata pluralisme dan toleransi beragama di Indonesia. Adapun alasan yang menjadi dasar pemilihan topik ini ialah kenyataan yang dihadapi peneliti terkait pemahaman
masyarakat tentang simbol dalam rumah ibadah antara lain: kurangnya pemahaman masyarakat terhadap makna simbolik benda-benda sakral, adanya perbedaan simbol dan makna dari benda-benda sakral dalam tiap rumah ibadah, adanya keterbatasan ruang untuk ekspresi keagamaan, belum adanya transformasi baru dari tiap rumahibadah untuk memikat para wisatawan, rendahnya kesadaran kolektif terhadap
peran benda sakral sebagai tempat komunikasi spiritual, kurangnya interaksi simbolik antar umat beragama yang menghambat pemahaman lintas iman. Berdasarkan realitas tersebut, maka rumusan masalah yang hendak digali dalam
penelitian ini adalah bagaimana setiap komunitas keagamaan di Puja Mandala memahami makna simbol-simbol sakral yang terdapat dalam rumah ibadah. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan bentuk simbolik rumah ibadah,
menganalisis makna simbolik berdasarkan teori semiotik Charles Sanders Peirce, serta mengungkap pemaknaan masyarakat terhadap eksistensi Puja Mandala sebagai simbol toleransi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian
kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap rumah ibadah menghadirkan ikon, indeks, dan simbol khas yang menegaskan identitas
agama masing-masing, sekaligus membentuk makna kolektif berupa harmoni dan persaudaraan lintas iman. Dengan demikian, Puja Mandala tidak hanya berfungsi sebagai ruang ibadah, tetapi juga sebagai tanda semiotik yang mengkomunikasikan pesan toleransi, pluralisme, dan persatuan dalam keberagaman

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Semiotik, Simbol, Keagamaan, Puja Mandala.
Subjects: L Education > Pendidikan Keagamaan Katolik
Depositing User: Josias Gregorius Naro Reda
Date Deposited: 14 Aug 2026 04:56
Last Modified: 14 Aug 2026 04:56
URI: http://repository.stipar-ende.ac.id/id/eprint/637

Actions (login required)

View Item
View Item