Levianto, verdinandes (2023) PENGARUH PEMAHAMAN UMAT TENTANG SAKRAMEN PENGURAPAN ORANG SAKIT TERHADAP PENERIMAAN PELAYANANNYA DI LINGKUNGAN NAPUNSEDA -PAROKI REINHA ROSARI KEWAPANTE. Diploma thesis, STIPAR ENDE.
Abstrak.pdf
Download (2MB)
Bab 1.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
Bab II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (3MB)
Bab III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (867kB)
Bab IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (3MB)
Bab V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
Daftar Pustaka.pdf
Download (363kB)
Abstract
Levianto, verdinandes. 2023. “Pengaruh Pemahaman Umat tentang Sakramen Pengurapan Orang Sakit terhadap Penerimaan Pelayanannya di Lingkungan Napunseda Paroki Renha Rosario Kewapante”. Skripsi. Program Studi Pendidikan
Keagamaan Katolik, Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende.
Pembimbing: Fransiskus Yance Sengga, S. Fil. Lic. Th.
Kata Kunci : makna Sakramen Pengurapan Orang Sakit.
Sakramen Pengurapan Orang Sakit adalah salah satu sakramen
penyembuhan yang ditetapkan oleh Gereja. Melalui sakramen ini, seorang imam mengurapi orang sakit dengan minyak khusus yang telah diberkati dan kemudian
bisa diberikan kepada semua umat yang berada dalam bahaya maut karena sakit dan usia lanjut. Sakramen Pengurapan Orang Sakit memberi Rahmat khusus kepada orang Katolik yang menderita sakit berat atau yang mengalami kesulitan
karena lanjut usia. Rahmat khusus yang dimaksudkan adalah bukan Rahmat penyembuhan secara fisik melainkan penyembuhan secara bathiniah. Rahmat
yang dialami di mana bisa membuat orang sakit tersebut menjadi kuat dan sanggup untuk menanggung sakit dan penyakit yang dideritannya dengan tabah.
Hal ini juga seharusnya menjadi bagian dari pemahaman umat Katolik pada umumnya dan umat di lingkungan Napunseda pada khususnya. Pada
kenyataannya, fenomena yang terjadi di lingkungan Napunseda adalah umat belum memahami dengan baik buah rahmat penyembuhan dari Sakramen Pengurapan Orang Sakit serta makna eklesiologis yang terkandung dalam sakramen tersebut. Dengan demikian penulis dapat mengajukan pertanyaan,
“Bagaimana pengaruh pemahaman umat tentang Sakramen Pengurapan Orang Sakit terhadap Penerimaan Pelayanannya di Lingungan Napunseda?” Dari pertanyaan ini, dapat diketahui bahwa tulisan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemahaman umat tentang Sakramen Pengurapan Orang Sakit terhadap penerimaan pelayanannya di lingkungan Napunseda. Untuk maksud itu, dalam proses penelitian, peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif. Berdasarkan
analisis dari hasil penelitian, peneliti menemukan bahwa sesungguhnya umat sudah memahami Sakramen Pengurapan Orang Sakit. Namun di sisi lain umat belum sepenuhnya memahami tentang makna eklesiologis dan rahmat penyembuhan yang ada dalam Sakramen Pengurapan Orang Sakit. Hal senada -
juga dialami ketika ditempatkan dalam konteks aspek-aspek pemahaman Bloom yakni: menjelaskan, mengklasifikasikan, dan menyimpulkan. Di mana ketiga aspek tersebut, umat tidak memahaminya bagaimana Sakramen Pengurapan Orang Sakit itu dijelaskan, diklasifikasikan, dan disimpulkan. Oleh karena itu, peneliti mengajukan beberapa saran kepada seksi Liturgi Paroki, agar dengan sepengetahuan Pastor Paroki dapat menjalin kerja sama dengan Komisi Liturgi
Keuskupan Maumere untuk memberikan sosialisasi mengenai Sakramen Pengurapan Orang Sakit kepada para Fungsionaris Pastoral Lebih lanjut, kepada
lembaga STIPAR Ende, agar dapat membuat program bagi mahasiswa untu mengadakan kunjungan ke paroki-paroki sekaligus memberikan katekese tentang sakramen pada umumnya dan khususnya Sakramen Pengurapan Orang Sakit.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > Pendidikan Keagamaan Katolik |
| Depositing User: | Josias Gregorius Naro Reda |
| Date Deposited: | 02 Mar 2026 03:11 |
| Last Modified: | 02 Mar 2026 03:11 |
| URI: | http://repository.stipar-ende.ac.id/id/eprint/72 |

